PP-HIMAB Gelar Silaturahmi Lintas Generasi Sekaligus Peringati Milad ke-40

PP-HIMAB Gelar Silaturahmi Lintas Generasi Sekaligus Peringati Milad ke-40


ACEHMEDIACENTER.COM | ACEH BESAR — Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (PP-HIMAB) akan menggelar kegiatan Silaturahmi Lintas Generasi yang dirangkaikan dengan peringatan Milad HIMAB ke-40 pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar anggota, alumni, masyarakat, serta tokoh Aceh Rayeuk yang telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi sejak didirikan pada 19 Februari 1986.


Memasuki usia empat dekade, HIMAB terus berkomitmen menjadi wadah pengembangan kepemimpinan, intelektual, dan pengabdian mahasiswa Aceh Besar. Melalui kegiatan ini, seluruh generasi HIMAB beserta masyarakat dan tokoh Aceh Rayeuk diharapkan dapat berkumpul, berbagi pengalaman, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun organisasi yang lebih maju.


Ketua Umum HIMAB, Isratuallah, mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi lintas generasi merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang organisasi sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan di antara kader, alumni, serta tokoh dan masyarakat Aceh Rayeuk.


"Empat puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Milad ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus menyatukan seluruh generasi HIMAB agar tetap memiliki semangat yang sama dalam mengabdi kepada organisasi, masyarakat, dan daerah," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panitia, M. Zamir Farhan, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan agar kegiatan berjalan dengan lancar. Menurutnya, acara ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang untuk memperkuat kolaborasi.


"Kami mengundang seluruh keluarga besar HIMAB dari berbagai angkatan untuk hadir dan memeriahkan Milad ke-40 ini. Semoga kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi serta melahirkan gagasan dan kolaborasi yang bermanfaat bagi kemajuan HIMAB ke depan," katanya.


Rangkaian kegiatan akan diisi dengan sesi silaturahmi, refleksi perjalanan organisasi selama 40 tahun, serta berbagai agenda yang bertujuan memperkuat nilai kekeluargaan dan semangat regenerasi di lingkungan HIMAB.


Dengan mengusung semangat kebersamaan lintas generasi, peringatan Milad ke-40 diharapkan menjadi tonggak baru bagi HIMAB untuk terus berkembang sebagai organisasi mahasiswa yang adaptif, berintegritas, dan berkontribusi bagi pembangunan Aceh Besar serta masyarakat luas.(**)


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Ajak Anak Kembali Bermain dan Kurangi Pemakaian Gawai

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Ajak Anak Kembali Bermain dan Kurangi Pemakaian Gawai


ACEHMEDIACENTER.COM | Jakarta, 22 Juli 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau pada Kamis, 23 Juli 2026. Dengan mengusung tema "Semua Setara Riang Bersama", peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemenuhan hak anak sekaligus mengampanyekan pelaksanaan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (SE Mendikdasmen) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.


Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini akan menjadi wujud komitmen bersama untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memperoleh hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal. Melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, Kemendikdasmen mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.


Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, pejabat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia.


Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tahun ini tidak hanya seremonial, melainkan momen untuk menyatukan tekad seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. "Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat," ujarnya.


Sebagai bagian dari peringatan HAN 2026, Kemendikdasmen menghadirkan Main Raya Anak Nusantara, sebuah ruang bermain yang memadukan permainan tradisional, aktivitas berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), serta eksplorasi alam sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan.


Selain itu, peserta didik jenjang PAUD hingga SD kelas rendah dapat mengikuti berbagai kegiatan, seperti eksplorasi alam, menjadi ilmuwan cilik, bermain peran, hingga membuat kincir angin dan layang-layang. Sementara itu, peserta didik SD kelas tinggi hingga SMA diajak mengenal kembali beragam permainan tradisional, seperti gasing, rangku alu, congklak, egrang batok, bakiak, hingga membuat perahu jong. Seluruh aktivitas tersebut dirancang untuk menstimulasi perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pengalaman bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara langsung.


Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye pelaksanaan SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan. Kebijakan ini bertujuan menjaga kesehatan fisik anak, memperkuat kemampuan bersosialisasi, serta mendukung perkembangan kognitif dan emosional melalui interaksi yang lebih bermakna.


Kurniawan juga menegaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan bukan merupakan larangan terhadap pemanfaatan teknologi, melainkan upaya menghadirkan keseimbangan agar anak lebih banyak memperoleh pengalaman belajar melalui interaksi langsung. "Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar," tegas Kurniawan.


Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, serta ramah anak. Momentum ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk membangun kebiasaan belajar dan bermain yang sehat sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. "Mari bergandengan tangan. Pastikan setiap anak tumbuh setara, berkembang seutuhnya, dan riang bersama menuju masa depan yang gemilang," tutup Kurniawan.***


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Pastikan Struktur Jembatan Enang-Enang Diperkuat, Kaposwil Satgas PRR Aceh: Boleh tapi Keselamatan Warga di Atas Segalanya

Pastikan Struktur Jembatan Enang-Enang Diperkuat, Kaposwil Satgas PRR Aceh: Boleh tapi Keselamatan Warga di Atas Segalanya


“Semangat gotong royong warga adalah modal sosial yang sangat berharga. Namun, informasi teknis perlu disampaikan demi keselamatan. Warga tidak boleh bekerja sendiri dalam kekosongan informasi,"

ACEHMEDIACENTER.COM | BANDA ACEH – Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh, Safrizal ZA, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dalam seluruh tahapan pemulihan infrastruktur di kawasan Tajuk Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah.


Hal tersebut disampaikan Safrizal menanggapi dinamika lapangan terkait pembatasan kendaraan besar di Jembatan Enang-Enang pascabencana banjir bandang dan longsor yang sempat memutus total jalur nasional Bireuen–Takengon tersebut.


“Mengizinkan jembatan tetap beroperasi adalah upaya kita memulihkan denyut nadi ekonomi Gayo, tetapi membatasi kendaraan berat untuk sementara waktu adalah langkah taktis demi menyelamatkan nyawa. Kita tidak boleh lalai atau berkompromi dengan risiko saat proses mitigasi sedang berjalan," ujar Safrizal tegas di Bener Meriah.


Guna merespons kekhawatiran masyarakat dan pelaku ekonomi terkait pembatasan tonase tersebut, Satgas PRR Aceh bergerak cepat menginstruksikan percepatan penguatan struktur jembatan. Langkah teknis jangka menengah ini diambil sebagai solusi taktis sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen secara menyeluruh oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh yang diprogramkan pada 2027 mendatang.


Safrizal menjelaskan, dinamika di lapangan sangat tinggi, termasuk adanya aksi swadaya masyarakat yang bergotong royong membuka akses secara mandiri. Satgas PRR menyikapi hal ini bukan sebagai pelanggaran prosedur, melainkan sebagai modal sosial yang sangat berharga yang dimiliki masyarakat Aceh.


“Semangat gotong royong warga adalah modal sosial yang sangat berharga. Namun, informasi teknis perlu disampaikan demi keselamatan. Warga tidak boleh bekerja sendiri dalam kekosongan informasi," kata Safrizal menekankan pentingnya kehadiran unsur teknis pemerintah di lapangan.


Sebagai tindak lanjut, Posko Wilayah PRR Aceh kini tengah memfasilitasi pertemuan koordinasi lintas sektor yang melibatkan BPJN Aceh, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, dan tokoh masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo. Ada dua agenda taktis utama yang didorong oleh Kaposwil Satgas PRR Aceh dalam pertemuan tersebut.


Pertama, terkait keterbukaan informasi publik, Safrizal mendesak BPJN Aceh dan Pemkab Bener Meriah untuk menyampaikan secara transparan dan berkala mengenai tahapan kajian teknis, progres penguatan struktur, hingga rencana detail pembangunan permanen 2027 langsung kepada warga terdampak agar tidak terjadi simpang siur informasi.


“Selama ini warga mencari informasi dari mulut ke mulut karena tidak ada saluran resmi. Ini yang harus kita perbaiki bersama. Tidak ada pemulihan yang berhasil tanpa kepercayaan dan komunikasi yang baik," tegasnya.


Kedua, Safrizal mendorong opsi pemanfaatan terbatas terhadap jalur alternatif yang sempat dibuka swadaya oleh warga. Jika secara teknis dinyatakan aman setelah dikaji oleh BPJN, akses tersebut disarankan untuk dibuka terbatas bagi kendaraan ringan guna menyokong mobilitas ekonomi lokal.


Menurut Safrizal, pemerintah harus merespons secara proporsional setiap inisiatif baik dari akar rumput.


“Jangan sampai semangat warga tidak mendapat respons proporsional. Kalau jalurnya aman, manfaatkan. Kalau ada area yang belum bisa dioptimalkan pemerintah, libatkan masyarakat setempat dalam pengelolaannya. Itu lebih produktif daripada membiarkannya terbengkalai," pungkasnya.


Langkah proaktif ini menegaskan peran Satgas PRR Aceh dalam merajut komunikasi antara otoritas pusat, daerah, dan warga demi memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat, tepat, dan bermartabat. []


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Darul Imarah

Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Darul Imarah


"Kita berharap dengan adanya pasar murah ini, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, bawang maupun cabai dengan harga terjangkau,"

ACEHMEDIACENTER.COM | Aceh Besar – Antusiasme masyarakat memanfaatkan program pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali terlihat. Sejak pagi, ratusan warga Kecamatan Darul Imarah memadati halaman kantor kecamatan setempat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi pemerintah, Jumat (3/7/2026).


Berbekal KTP berdomisili di Kecamatan Darul Imarah, warga berbondong-bondong mengantre dengan tertib demi memperoleh berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, cabai, hingga bawang merah dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.


Program pasar murah tersebut merupakan salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menjaga stabilitas harga pangan, memastikan ketersediaan bahan pokok, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.


Sebelumnya, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjadi instrumen pengendalian inflasi.


"Kita berharap dengan adanya pasar murah ini, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, bawang maupun cabai dengan harga terjangkau," ujar Bupati yang akrab disapa Syech Muharram.


Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Aceh Besar, Idarlaila, SP., MP., mewakili Kepala Dinas Pangan Aceh Besar menjelaskan, pada pelaksanaan pasar murah di Darul Imarah disediakan sebanyak 300 paket sembako dengan harga tebus Rp224.000 per paket.


Menurutnya, harga tersebut telah memperoleh subsidi dari pemerintah sehingga jauh lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.


"Harga tersebut sudah disubsidi dan jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran, sehingga diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat," ungkap Idarlaila.


Di sisi lain, Camat Darul Imarah melalui Sekretaris Camat Hasrul Fuadi, SE., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang mengambil langkah baik menghadirkan program pangan murah di wilayahnya.


"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Besar yang telah menghadirkan program pangan murah di Darul Imarah. Ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," katanya.


Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga, pasar murah juga dinilai berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat.


"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh Besar. Alhamdulillah, program ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan," tutup Hasrul.(**)



Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi dengan AIMI Aceh, Dorong Gerakan Edukasi Menyusui

Ketua TP PKK Aceh Besar Perkuat Kolaborasi dengan AIMI Aceh, Dorong Gerakan Edukasi Menyusui

Edukasi mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak yang sejalan dengan berbagai program PKK, khususnya melalui Posyandu.


ACEHMEDIACENTER.COM | Aceh Besar– Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh Besar Hj Rita Mayasari menerima audiensi pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Provinsi Aceh di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (1/7/2026).


Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua I TP PKK Aceh Besar Hj. Nurul Fazli, S.Ag, Sekretaris TP PKK Aceh Besar Sri Wahyuna, SH., MH, serta pengurus AIMI Provinsi Aceh.


Dalam pertemuan itu, Hj. Rita Mayasari menyambut baik rencana kolaborasi antara TP PKK Aceh Besar dengan AIMI Aceh. Menurutnya, edukasi mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak yang sejalan dengan berbagai program PKK, khususnya melalui Posyandu.


Ia menilai, menyusui bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak sejak dini.


"Program edukasi menyusui sangat relevan dengan kegiatan Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kami siap mendukung berbagai program yang dapat meningkatkan  pemahaman para ibu tentang pentingnya ASI eksklusif, karena menyusui bukan hanya memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, tetapi juga memperkuat ikatan kasih sayang antara ibu dan anak yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya," ujar Rita.


Sementara itu, Ketua AIMI Aceh dr. Niken Asri Utami, Sp.OG., Subspesialis Kedokteran Fetomaternal, IBCLC, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama dengan TP PKK Aceh Besar dalam memperluas edukasi menyusui kepada masyarakat.


Ia berharap berbagai program TP PKK Aceh Besar dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan mengenai pentingnya menyusui melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, hingga pendampingan bagi para ibu.

"Kami berharap dapat berkolaborasi dengan TP PKK Aceh Besar dalam menguatkan gerakan edukasi menyusui. AIMI Aceh siap menghadirkan narasumber, memberikan edukasi, serta layanan konseling bagi ibu menyusui agar semakin banyak keluarga memahami pentingnya ASI bagi kesehatan dan masa  depan anak," kata dr. Niken.


Selain membahas kerja sama, AIMI Aceh juga menyampaikan rencana pelaksanaan Kick-Off Pekan Menyusui Sedunia 2026 yang akan digelar pada Agustus mendatang di salah satu puskesmas di Kabupaten Aceh Besar.


"Melalui Kick-Off Pekan Menyusui Sedunia 2026, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin  memahami pentingnya pemberian ASI sekaligus mendengarkan berbagai tantangan yang dihadapi para ibu menyusui di Aceh Besar," pungkasnya.(**)


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Pemkab Aceh Besar Umrahkan 22 Juara MTQ Aceh XXXVII

Pemkab Aceh Besar Umrahkan 22 Juara MTQ Aceh XXXVII


Sebanyak 22 orang yang terdiri dari para juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Aceh XXXVII serta Musabaqah Qiraatil Kutub (MKQ) Provinsi Aceh Tahun 2025 diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

ACEHMEDIACENTER.COM | KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mengumrahkan 22 juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Aceh XXXVII di Pidie Jaya dan Musabaqah Qiraatil Kutub (MKQ) Provinsi Aceh Tahun 2025 di Banda Aceh. Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, seluruh peserta mengikuti prosesi peusijuek dan pelepasan, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (27/6/2026).


Prosesi pelepasan tersebut dilakukan oleh Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram), bersama Wakil Bupati Drs H Syukri A Jalil. Sementara prosesi peusijuek, dipimpin oleh Imuem Chiek Masjid Agung Al-Munawwarah, Tgk. Junaidi atau yang akrab disapa Abah Junaidi. 


Sebanyak 22 orang yang diberangkatkan terdiri atas 16 juara MTQ Provinsi Aceh XXXVII di Pidie Jaya, dua juara MKQ Provinsi Aceh Tahun 2025 di Banda Aceh, tiga pendamping, dan satu pembimbing. Seluruh rombongan dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci pada Senin, 29 Juni 2026, pukul 05.00 WIB mendatang.


Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Besar Syech Muharram mengatakan, pemberangkatan umrah tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kepada para qari, qariah, dan peserta MKQ yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Aceh.


"Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memberikan apresiasi kepada anak-anak kami yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi di MTQ dan MKQ. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi generasi Qurani lainnya untuk terus berprestasi," ujar Syech Muharram.




Menurutnya, kesempatan berangkat ke Tanah Suci juga bukan semata-mata hadiah atas keberhasilan meraih juara, melainkan merupakan panggilan dari Allah SWT yang patut disyukuri.


"Keberangkatan ini bukan hanya karena menjadi juara, tetapi karena Allah SWT telah memberikan kesempatan kepada kalian untuk menjadi tamu-Nya di tanah suci. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah," katanya.


Lebih lanjut, Syech Muharram turut mengingatkan seluruh calon jamaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta mematuhi seluruh ketentuan selama berada di Arab Saudi, mengingat saat ini masih berlangsung proses pemulangan jamaah haji sehingga kondisi di Tanah Suci masih cukup padat.


"Saat ini masih dalam masa pemulangan para jamaah haji, masih banyak jamaah yang berada di sana. Saya berharap seluruh calon jamaah umrah saling menjaga, tetap kompak, mematuhi aturan yang berlaku, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT sehingga memperoleh umrah yang mabrur," pungkasnya.


Pelepasan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh Besar Bahrul Jamil SSos MSi, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar Rusdi SSos MSi Staf Ahli Bupati Abu Bakar SAg, Asisten III Sekda Aceh Besar Abdullah SSos, Plt Direktur PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Ir Yusmadi MM, Camat Ingin Jaya Al Mubarak Akbar SSTP MM, serta para pembimbing dan orang tua peserta Kafilah Aceh Besar.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram