View AllAceh

Berita Terbaru

16 Juni 2026

Gampong Lamkawe Juara Mobil Hias dan SMA Modal Bangsa Juara Barisan Obor Pejalan Kaki Pawai 1 Muharram 1448 H Aceh Besar

Gampong Lamkawe Juara Mobil Hias dan SMA Modal Bangsa Juara Barisan Obor Pejalan Kaki Pawai 1 Muharram 1448 H Aceh Besar


Penampilan mobil hias yang mengusung nuansa Islami, kreativitas dekorasi, serta pesan dakwah yang kuat menjadi faktor utama keberhasilan Gampong Lamkawe meraih posisi puncak.

ACEHMEDIACENTER.COM | Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar resmi mengumumkan para pemenang Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung meriah di kawasan Lambaro, Senin (15/6/2026).


Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan penampilan peserta yang terdiri dari mobil hias, barisan obor jalan kaki, serta kategori pejalan kaki dari berbagai gampong, sekolah, instansi, dan organisasi masyarakat.


Berdasarkan keputusan dewan hakim, Gampong Lamkawe berhasil meraih Juara I kategori Pawai Mobil Hias, setelah memperoleh nilai tertinggi 89,25. Posisi kedua ditempati Gampong Ajun Ayahanda dengan nilai 85,75, disusul Gampong Lam Geue di peringkat ketiga dengan nilai 84,25.


Juara Pawai Mobil Hias Juara I: Gampong Lamkawe (89,25)

Juara II: Gampong Ajun Ayahanda (85,75), Juara III: Gampong Lam Geue (84,25), Harapan I: PDAM Tirta Mountala (84), Harapan II: Gampong Lampasie Engking (78,5) dan Harapan III: Gampong Lubok Batee (77,25) serta Favorit: Perwakilan SD se-Aceh Besar (76,75).


Pada kategori Barisan Obor Jalan Kaki, SMA Modal Bangsa tampil sebagai yang terbaik dengan nilai 79,25. Disusul Gampong Meunasah Papeun sebagai juara kedua dan Dayah Insan Qurani di posisi ketiga.


Juara Barisan Obor Jalan Kaki Juara I: SMA Modal Bangsa (79,25), Juara II: Gampong Meunasah Papeun (77,75), Juara III: Dayah Insan Qurani (77,50), Harapan I: LPI Madani Al-Aziziyah (77,25), Harapan II: BKMT Kabupaten Aceh Besar (75,25) dan Harapan III: MAN Cot Gue (74,75) serta Favorit: MTsN Cot Gue.


Adapun pada kategori Pejalan Kaki Instansi, dewan hakim menetapkan Yonif Raider 117/KY sebagai peraih Juara I dengan nilai 77,0, Juara Kategori Pejalan Kaki Instansi, Juara I: Yonif Raider 117/KY (77,0), Juara II: Polres Aceh Besar (76,5)

Juara III: Satpol PP dan WH Aceh Besar (70,0)




Pawai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Syariat Islam ini berlangsung meriah dan tertib.


Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman dan tradisi peringatan Tahun Baru Hijriah.


Para pemenang mendapatkan trofi, piagam penghargaan, serta hadiah pembinaan yang telah disiapkan panitia dengan total nilai puluhan juta rupiah.


Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari syiar Islam dan penguatan wisata religi di Aceh Besar.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Semarak Pawai 1 Muharram 1448 H di Aceh Besar, Ribuan Warga Padati Kawasan Lambaro

Semarak Pawai 1 Muharram 1448 H di Aceh Besar, Ribuan Warga Padati Kawasan Lambaro


ACEHMEDIACENTER.COMKOTA JANTHO – Ribuan warga memadati kawasan Lambaro, Aceh Besar untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Senin (15/6/2026) malam.


Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum Pemerintah Aceh Besar dalam menyiarkan budaya Islam sekaligus ajang mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat dalam menyambut tahun baru IsIam.


Pawai secara resmi dilepas oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, didampingi Wakil Bupati, unsur pimpinan DPRK Aceh Besar, Sekretaris Daerah Aceh Besar, Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.


Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Besar, Rusdi, S.Sos., M.Si, dalam laporannya mengatakan pawai tahun baru IsIam tahun ini diikuti puluhan kafilah dari berbagai unsur masyarakat.


Sebanyak 28 kafilah pejalan kaki turut ambil bagian, termasuk dari unsur pelajar, organisasi masyarakat, organisasi perangkat daerah, TNI, dan Polri. Selain itu, terdapat 15 mobil hias yang menampilkan berbagai dekorasi bernuansa Islami.




“Pawai ini merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus upaya mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Aceh Besar,” ujar Rusdi.


Rute pawai pejalan kaki menempuh perjalanan hingga kawasan SPBU Yahmu, sementara iring-iringan mobil hias melanjutkan perjalanan hingga kawasan Tanjong (Simpang Batoh).


Sepanjang rute, ribuan warga tampak antusias berdiri di tepi jalan untuk menyaksikan peserta pawai yang menampilkan berbagai kreasi dan pesan-pesan keislaman.


Untuk menambah semangat peserta, panitia menyediakan hadiah dengan total mencapai Rp68 juta yang akan diperebutkan oleh para pemenang dari berbagai kategori perlombaan.


Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi dan memperkuat semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.


“Kami mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga kita semua dapat mencapai perubahan yang lebih indah serta kemakmuran bagi masyarakat Aceh Besar,” kata Muharram Idris.


Bupati Aceh Besar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi memeriahkan peringatan tahun baru Hijriah tersebut, dan ribuan masyarakat yang memadati kawasan Lambaro. 


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang ikut memeriahkan Tahun Baru Islam. Ini adalah tahun baru umat Islam yang harus terus kita peringati dan rayakan agar anak-anak serta generasi muda Aceh Besar memahami makna dan sejarah kalender Hijriah,” ujarnya.


Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang sebagai bagian dari syiar Islam di Aceh Besar.


“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus terlaksana setiap tahun dan menjadi bagian dari syiar Islam yang semakin kuat di Aceh Besar. Bahkan ke depan, kita berharap dapat menjadi salah satu destinasi wisata religi di Aceh,” tambahnya.


Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga meminta dewan juri melakukan penilaian secara objektif dan adil.


“Dewan juri kami harapkan dapat menilai dengan seksama, adil, dan tanpa kecurangan. Nantinya piala dan hadiah uang tunai akan langsung diserahkan kepada para peserta yang berhasil menjadi juara,” tegasnya.


Pelaksanaan pawai berlangsung tertib dan lancar dengan pengamanan dari aparat TNI, Polri, serta dukungan petugas Dinas Perhubungan. Semarak peringatan 1 Muharram ini pun menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Aceh Besar dalam menjaga tradisi dan syiar Islam di Tanah Rencong.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

13 Juni 2026

Abu Doto Berpulang, Illiza Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Abu Doto Berpulang, Illiza Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Wafatnya Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Sejak kabar tersebut tersebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga warga yang mengenang jasa dan pengabdian almarhum bagi Tanah Rencong.

ACEHMEDIACENTER.COMBanda Aceh – Kabar duka menyelimuti Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, Dr H Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto, meninggal dunia di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh, Sabtu, 14 Juni 2026.

Begitu menerima kabar kondisi kesehatan Abu Doto yang menurun, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama suaminya, Amir Ridha, bergegas menuju Ruang ICU RSUDZA untuk melayat dan melihat langsung keadaan tokoh yang selama ini dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan Aceh tersebut.

Di ruang perawatan itu, suasana haru tak terbendung. Illiza tampak larut dalam kesedihan saat berdiri di sisi pembaringan Abu Doto. Wajahnya menyiratkan duka mendalam atas kepergian tokoh yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk Aceh.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Abu Doto. Beliau merupakan salah satu putra terbaik Aceh yang telah memberikan pengabdian besar bagi daerah dan masyarakat Aceh,” ujar Illiza.

Menurutnya, kepergian Abu Doto bukan hanya kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi seluruh rakyat Aceh. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Illiza mengenang Abu Doto sebagai figur yang senantiasa mengedepankan persatuan dan kedamaian Aceh. Jejak pengabdian serta pemikiran beliau, katanya, akan selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah daerah ini.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” katanya.

Wafatnya Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Sejak kabar tersebut tersebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga warga yang mengenang jasa dan pengabdian almarhum bagi Tanah Rencong.

Rencananya, jenazah almarhum akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh usai salat Ashar sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Pidie untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Bagi Illiza, Abu Doto bukan sekadar seorang mantan gubernur. Di mata banyak orang, beliau adalah salah satu saksi hidup perjalanan panjang Aceh yang telah menorehkan pengabdian dengan ketulusan. Kini, sosok itu telah berpulang, meninggalkan kenangan, keteladanan, dan doa dari masyarakat yang dicintainya.

“Selamat jalan, Abu Doto. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang rakyat Aceh.”


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

10 Juni 2026

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

ACEHMEDIACENTER.COM | Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat posisi akademisnya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Selasa (9/6/2026).


Kelima guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., dan Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS.


Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut. Saat ini, USK telah memiliki 246 profesor yang terdiri dari 179 profesor di bidang sains dan 67 profesor di bidang sosial humaniora. Rektor menegaskan bahwa kehadiran para guru besar ini adalah kekuatan akademik untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa.


“Jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. USK adalah milik masyarakat Aceh, dan setiap ilmu yang lahir dari kampus ini harus kembali menjadi solusi untuk memajukan daerah,” ujar Rektor.


Kehadiran lima profesor baru ini membawa kontribusi keilmuan yang krusial. Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., fokus pada kajian hukum tanah adat, sementara Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., menawarkan model kepemimpinan Islam dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas. Di sektor ekonomi dan hukum, Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital.


Di bidang hukum adat, Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., mencetak sejarah dengan kepakaran peradilan adat pertama di Indonesia yang lahir dari USK. Melengkapi barisan tersebut, Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS., memberikan kontribusi melalui inovasi sistem pelaporan digital untuk mencegah kekerasan terhadap tenaga kesehatan.

Rektor kembali menekankan bahwa peran para profesor harus melampaui ruang kelas. Ia mendorong agar kepakaran mereka segera diimplementasikan untuk kepentingan publik.


“Kami mendorong agar seluruh kepakaran yang dimiliki para profesor USK hari ini benar-benar mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat. Gelar profesor harus menjadi sumber gagasan dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” tegas Rektor.


Prof. Mirza menutup prosesi dengan pesan agar para profesor baru senantiasa menjaga kerendahan hati. Menurutnya, kemuliaan seorang akademisi sejati bukan terletak pada gelar yang disandang, melainkan pada seberapa besar kepedulian dan manfaat yang mampu diberikan bagi sesama.


Prosesi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, para Wakil Rektor, Dekan, serta tamu undangan lainnya.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

08 Juni 2026

Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar


“Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kemensos dan seluruh unsur pemerintah pusat yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Aceh. Program ini sangat membantu masyarakat dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Fadhlullah.

ACEHMEDIACENTER.COMACEH BESAR — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Sentra Darussa’adah di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Senin (8/6).

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Tgk. H. Faisal Ali, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan pejabat terkait lainnya.

‎Kunjungan Menteri Sosial ke Aceh merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat berjalan optimal di berbagai daerah. Kehadiran Mensos bersama Wakil Gubernur disambut antusias oleh para siswa, orang tua, dan tenaga pendidik yang memadati lingkungan sekolah.

‎Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf mengaku bersyukur dapat melihat langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Aceh. Ia menilai program yang digagas pemerintah tersebut telah menunjukkan perkembangan positif di berbagai wilayah Indonesia.

‎“Saya bergembira karena secara umum pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menyukseskan program ini sebagaimana arahan Presiden,” ujar Saifullah Yusuf.

‎Mensos juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung Program Sekolah Rakyat. Menurutnya, Aceh menjadi salah satu daerah yang menunjukkan keseriusan dalam pengembangan program tersebut, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

‎Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial, atas hadirnya Program Sekolah Rakyat di Aceh.

‎“Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kemensos dan seluruh unsur pemerintah pusat yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Aceh. Program ini sangat membantu masyarakat dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Fadhlullah.

‎Wagub menilai perkembangan para siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Karena itu, Pemerintah Aceh akan terus mendukung  pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh.

‎“Kami mendukung sepenuhnya program Presiden terkait Sekolah Rakyat dan berbagai program nasional lainnya. Harapan kami, para lulusan nantinya dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” ujarnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Besar Muharram Idris juga menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlangsungan Program Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia menilai program tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh pendidikan yang layak.

‎Program Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama gratis yang diinisiasi pemerintah bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung oleh negara, mulai dari biaya pendidikan, asrama, konsumsi, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendukung lainnya, sehingga siswa dapat mengikuti proses belajar secara optimal tanpa terbebani persoalan ekonomi keluarga.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

07 Juni 2026

Pemerintah Aceh Besar Apresiasi Peluncuran Program Beut Kitab Pemuda Gampong Leu Ue

Pemerintah Aceh Besar Apresiasi Peluncuran Program Beut Kitab Pemuda Gampong Leu Ue





"Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memberikan apresiasi terhadap peluncuran Program Beut Kitab Pemuda yang digagas Pemerintah Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah"

ACEHMEDIACENTER.COM | Aceh Besar – Komitmen Pemerintah Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, dalam membina generasi muda melalui pendekatan keagamaan mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh Besar khsususnya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar.


Program Beut Kitab untuk Pemuda yang resmi diluncurkan pada Sabtu malam (6/6/2026) dinilai menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.


Peluncuran program yang berlangsung di halaman Kantor Keuchik Gampong Leu Ue tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.


Kepala DPMG Aceh Besar, Jakfar, SP MSi., yang hadir mewakili Bupati Aceh Besar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemerintah Gampong Leu Ue yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman.


“Program ini sangat baik sebagai upaya Pemerintah Gampong Leu Ue dalam menjaga generasi muda. Kita berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang islami, kreatif, dan mandiri sebagaimana harapan kita bersama,” ungkap Jakfar dalam sambutannya.


Ia menegaskan bahwa tradisi mengaji dan belajar kitab sebenarnya telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Aceh sejak dahulu. Namun saat ini, pemerintah terus memperkuat tradisi tersebut melalui berbagai program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.


“Dulu kita sudah mengenal pengajian Al-Qur’an dan pengajian kitab yang diajarkan para guru dan ulama. Sekarang kegiatan itu semakin diperkuat melalui program-program pemerintah, mulai dari Beut Kitab Bak Sikula hingga kegiatan mengaji yang dikoordinasikan di tingkat kecamatan,” ujarnya.


Menurut Jakfar, berkembangnya berbagai program keagamaan di Aceh Besar merupakan bagian dari perubahan positif yang sedang dirasakan masyarakat di bawah kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris.


“Ini kemajuan yang harus kita syukuri. Beut atau mengaji sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kalau ada anak-anak muda yang belum sempat belajar di dayah, alhamdulillah sekarang sudah ada Beut Kitab di gampong yang bisa menjadi wadah belajar agama bagi mereka,” tambahnya.


Program Beut Kitab Pemuda merupakan inisiatif Pemerintah Gampong Leu Ue yang terinspirasi dari program Beut Kitab Bak Sikula yang digagas Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.


Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, mengatakan program tersebut lahir dari keinginan pemerintah gampong untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.


“Program ini sebenarnya terinspirasi dari Beut Kitab Bak Sikula yang dicetuskan Bapak Bupati Aceh Besar. Karena kami melihat program ini sangat bagus, maka kami merasa perlu mengikutinya dengan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pemuda di Gampong Leu Ue,” ujar Yusri.


Menurutnya, kegiatan pengajian kitab tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai sarana memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat silaturahmi antar warga.


“Harapan kami, program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda,” ungkapnya.


Yusri menambahkan, program Beut Kitab Pemuda juga merupakan bagian dari upaya pemerintah gampong dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.


Selain launching program, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peusijuek aparatur gampong dan Tim Penggerak PKK Gampong Leu Ue, serta pembagian doorprize kepada masyarakat yang hadir, khususnya kaum ibu, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga dalam kegiatan kemasyarakatan.


Hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimcam Darul Imarah, Tuha Peut Gampong, tokoh agama, tokoh adat termasuk pimpinan Pengajian Balai Arba’in Marzuki Yahya. Tausyiah disampaikan oleh Tgk Agus Setiawan yang juga tokoh ulama setempat. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.


Pemerintah Gampong Leu Ue berharap program Beut Kitab Pemuda menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, serta berkontribusi positif bagi pembangunan gampong, kecamatan, dan Kabupaten Aceh Besar secara keseluruhan.